Minggu, 3 Mei 2026

Citizen Reporter

116 Kasus Campak Awal 2026, Rumah Sakit di Palu Tingkatkan Kewaspadaan

Pada awal 2025, angka kejadian masih tergolong rendah dan bersifat sporadis.

Tayang:
Editor: mahyuddin
Handover
KASUS CAMPAK - Penulis Husnul Khatimah, Nurvialam & Irma Hijriani, Magister Kesehatan Masyarakat Pascasarjana Universitas Muhamadiyah Palu 2026. Kasus Morbili atau campak di rumah sakit Kota Palu, sebut saja RS Palu, mengalami peningkatan signifikan sejak akhir tahun 2025 dan terus berlanjut hingga awal 2026. 

Penulis: Husnul Khatimah, Nurvialam & Irma Hijriani

Magister Kesehatan Masyarakat Pascasarjana Universitas Muhamadiyah Palu 2026

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kasus Morbili atau campak di rumah sakit Kota Palu, sebut saja RS Palu, mengalami peningkatan signifikan sejak akhir tahun 2025 dan terus berlanjut hingga awal 2026.

Berdasarkan data pencatatan internal rumah sakit, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 192 kasus, sementara dalam dua bulan pertama tahun 2026 jumlahnya mencapai 161 kasus.

Pada awal 2025, angka kejadian masih tergolong rendah dan bersifat sporadis.

Januari tercatat 4 kasus dan Februari 6 kasus.

Kasus kembali muncul pada Mei sebanyak 1 kasus, Juli 8 kasus, Agustus 2 kasus, dan September 6 kasus.

Namun peningkatan mulai terlihat pada Oktober dengan 21 kasus, meningkat menjadi 45 kasus pada November, dan melonjak tajam pada Desember hingga mencapai 99 kasus.

Baca juga: Gubernur Sulteng Dorong Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni untuk Tekan Kemiskinan di Donggala

Memasuki Januari 2026, angka kasus kembali meningkat menjadi 116 kasus, yang merupakan jumlah tertinggi selama periode pencatatan.

Hingga Februari 2026, telah tercatat 45 kasus tambahan.

Secara kumulatif, jumlah kasus dalam dua bulan pertama tahun ini hampir menyamai total kasus sepanjang tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa penularan masih berlangsung aktif di masyarakat.

Dokter penanggung jawab ruang perawatan anak RS Kota Palu yang menyediakan vaksin campak gratis menyebutkan, sebagian pasien disertai komplikasi.

“Kami menemukan beberapa kasus yang disertai diare dan infeksi saluran pernapasan. Namun secara umum, pasien masih dapat ditangani dengan perawatan suportif, terapi simptomatik, serta pemantauan ketat oleh tim medis,” ujarnya saat ditemui di ruang perawatan anak.

Ia menambahkan, peningkatan kasus yang terjadi sejak akhir tahun perlu menjadi perhatian bersama.

“Lonjakan mulai terlihat sejak Oktober dan meningkat tajam pada Desember. Kondisi ini menunjukkan adanya transmisi yang cukup luas di masyarakat, sehingga upaya pencegahan harus diperkuat,” jelas Sang Dokter.

Baca juga: Ditangkap di Perairan Asahan, Sosok Ko Erwin, Bandar Sabu Terlibat Kasus Suap Eks Kapolres Bima Kota

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved