Sulteng Hari Ini
Isu Pembubaran DPR Menguat, Praktisi Hukum di Palu Sebut Puncak Kemarahan Rakyat
Mahasiswa dan masyarakat mengekspresikan kekecewaan melalui aksi demonstrasi, di Kota Palu beberapa waktu lalu.
|
Penulis: Robit Silmi | Editor: Regina Goldie
ROBIT/TRIBUNPALU.COM
Isu pembubaran lembaga legislatif DPR RI belakangan menjadi topik hangat di masyarakat Indonesia.
Sistem pemilihan yang buruk, kata Vebry, membuka jalan bagi orang kaya membeli posisi politik, sementara rakyat kecil semakin tersisih.
Sementara itu, praktisi hukum lainnya, Mohammad Taher, mengajak masyarakat lebih bijak memilih wakil rakyat pada pemilu mendatang.
“Kejadian hari ini jadi tolak ukur. Kalau wakil rakyat tidak menemui kita, tidak mengakomodasi aspirasi kita, maka jangan lagi dipilih,” tandasnya. (*)
Berita Terkait
Berita Terkait: #Sulteng Hari Ini
Rektor Untad Beri Waktu Bayar UKT Hingga 4 September 2025 |
![]() |
---|
PAN Sulteng Tegaskan Tolak Prostitusi, Desak Pemkot Palu Tutup Tondo Kiri |
![]() |
---|
Gubernur Sulteng Anwar Hafid Hadiri PAN Walk di Palu: "Gubernur Ini Milik Semua Golongan" |
![]() |
---|
Gubernur Sulteng Anwar Hafid Lepas Ribuan Peserta PAN Walk |
![]() |
---|
Hasan Bahasyuan Institute Sayangkan Lagu Dibawakan Tanpa Izin |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.