Sabtu, 18 April 2026

Jembatan Desa Ogoalas Putus

Akses ke Dusun 1 Desa Ogoalas Parimo Lumpuh Pascabanjir, Warga Masih Terisolasi

Kepala BPBD Parigi Moutong, Rivai, mengatakan jembatan penghubung ke dusun itu jebol sepanjang 29 meter akibat derasnya arus sungai.

|
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
BPBD Sulteng
JEMBATAN PUTUS - Akses jalan menuju Dusun 1 Desa Ogoalas, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, masih lumpuh pascabanjir menerjang wilayah itu, Sabtu (27/9/2025). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Akses jalan menuju Dusun 1 Desa Ogoalas, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, masih lumpuh pascabanjir menerjang wilayah itu, Sabtu (27/9/2025).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong menyebut, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa banjir tersebut.

Kepala BPBD Parigi Moutong, Rivai, mengatakan jembatan penghubung ke dusun itu jebol sepanjang 29 meter akibat derasnya arus sungai.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok, Senin 29 September 2025 di Sulawesi Tengah, 5 Daerah Ini Hujan Ringan

“Sampai kemarin belum ada jembatan darurat. Siang ini tim dari bidang darurat bersama kepala desa akan naik ke lokasi,” ujar Rivai, Minggu (28/9/2025).

Ia menyebut, tim BPBD belum bisa memastikan langkah penanganan lebih lanjut karena keterbatasan sinyal di lokasi terdampak.

Meski demikian, Rivai menyampaikan bahwa kondisi air sungai saat ini sudah surut setelah meluap sejak Sabtu siang.

Baca juga: Jokowi Tanggapi Tudingan Dukungan Prabowo-Gibran 2 Periode untuk Selamatkan Diri dari Kasus Ijazah

Namun, jebolnya jembatan membuat warga kesulitan menyeberang ke wilayah dusun yang terisolasi itu.

“Motor hanya bisa diseberangkan dengan cara dipikul oleh warga. Belum ada jembatan pengganti yang dibangun,” tambah Rivai.

Selain itu, satu unit sepeda motor milik warga yang saat kejadian diparkir di sekitar jembatan dilaporkan hanyut dan belum ditemukan hingga kini.

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu, termasuk akses anak-anak sekolah dan petani yang biasa mengangkut hasil panen dari kebun.

Warga juga mengaku kesulitan membawa bahan kebutuhan pokok karena kendaraan tidak bisa melintas.

Baca juga: Sosok Benny Blanco, Produser Musik Top yang Resmi Menikahi Selena Gomez

Sebagian masyarakat memilih berjalan kaki menyeberang aliran sungai dengan peralatan seadanya, meski cukup berisiko saat arus kembali meningkat.

BPBD menyebut normalisasi aliran sungai dan pembangunan jembatan sementara menjadi kebutuhan mendesak di lokasi terdampak.

“Kami masih berkoordinasi dengan pihak desa dan pemerintah daerah untuk langkah penanganan selanjutnya,” kata Rivai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved