Minggu, 14 Juni 2026

Siswa Keracunan Makanan MBG

DPRD Parimo Soroti Standar Dapur MBG, Ingatkan Pemerintah Cegah Keracunan Terulang

Anggota Komisi IV DPRD Parigi Moutong dari Fraksi PKB, H. Wardi menilai, persoalan utama dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis.

Tayang:
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
FAAIZ / TRIBUNPALU.COM
Komisi IV DPRD Kabupaten Parigi Moutong menyoroti standar dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak terjadi kembali kasus keracunan. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO – Komisi IV DPRD Kabupaten Parigi Moutong menyoroti standar dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak terjadi kembali kasus keracunan.

Anggota Komisi IV DPRD Parigi Moutong dari Fraksi PKB, H. Wardi menilai, persoalan utama dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis berada pada pengelolaan dapur.

Ia menyebut, seluruh dapur yang dibentuk melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus dipastikan memenuhi standar operasional prosedur (SOP) sebagaimana yang ditetapkan secara nasional.

Baca juga: Polsek Bungku Barat Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Harapan Jaya dan Wata Morowali

“Karena persoalan ini selalu munculnya di dapur. Maka penting dijelaskan apakah dapur yang ada sudah sesuai SOP nasional atau belum,” ujar H. Wardi dalam rapat dengar pendapat (RDP) di ruang Komisi IV DPRD Parigi Moutong, Senin (30/9/2025).

Menurutnya, standar yang dimaksud tidak hanya mencakup ukuran dapur, tetapi juga aspek sanitasi, ketersediaan air bersih, dan kelengkapan peralatan masak.

“Jangan sampai ada dapur yang tidak memenuhi syarat, tapi dipaksa tetap jalan. Ini bisa berisiko saat menyajikan makanan setiap hari,” tegasnya.

Baca juga: Pemkab Morowali Dorong Pengembangan Bandara, Harap Bisa Didarati Boeing dan Airbus

Wardi juga mempertanyakan jumlah tenaga kerja dan petugas gizi yang bertugas di setiap dapur.

Hal ini penting agar proses pengolahan makanan berjalan maksimal.

“Berapa jumlah tenaga kerja dalam satu dapur? Berapa maksimal petugas gizi? Ini semua harus sesuai juknis dari pusat, bukan sesuai kemauan di daerah,” katanya.

Ia menilai, berkurangnya jumlah pekerja dan petugas gizi bisa memengaruhi kualitas makanan yang disajikan kepada siswa.

“Kalau seharusnya 10 orang bekerja lalu hanya lima, tentu tidak maksimal. Begitu juga dengan petugas gizi, kalau seharusnya beberapa orang lalu hanya satu, pengawasan pasti tidak detail,” jelasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Morowali Bakal Punya Command Center, Semua Aktivitas Pemerintahan Bisa Terpantau

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
VS
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved