Kamis, 16 April 2026

Sulteng Hari Ini

Zulfikar: Narkoba Musuh Bersama, Sekolah dan Orang Tua Harus Ambil Peran

Ia menilai penyalahgunaan narkoba sudah tidak mengenal batas usia dan perlahan merusak masa depan generasi muda.

Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
Robit/TribunPalu.com
BAHAYA NARKOBA - Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Zulfikar, mengingatkan bahaya narkoba yang semakin mengkhawatirkan. Ia menilai penyalahgunaan narkoba sudah tidak mengenal batas usia dan perlahan merusak masa depan generasi muda. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU – Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Zulfikar, mengingatkan bahaya narkoba yang semakin mengkhawatirkan. 

Ia menilai penyalahgunaan narkoba sudah tidak mengenal batas usia dan perlahan merusak masa depan generasi muda.

“Narkoba adalah musuh kita bersama. Tidak mengenal batas usia, nyata-nyata sangat merusak masa depan generasi muda, dan bahkan sudah mengganggu ketertiban sosial,” ucap Zulfikar saat ditemui, Rabu (1/10/2025).

Baca juga: Tiga Rumah Kolektor di Bangka Barat Disegel Kejagung Diduga Terlibat Korupsi Timah

Menurutnya, meski pemerintah, aparat, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN) gencar melakukan pemberantasan, tren penyalahgunaan narkoba justru meningkat.

“Sekolah juga harus mengambil peran, karena di sekolah lahir generasi-generasi bangsa. Begitu juga orang tua, jangan lengah,” katanya.

Ia menuturkan lingkaran narkoba kerap berada di sekitar kehidupan sehari-hari. 

Anak-anak bisa masuk tanpa sadar, mulai dari pergaulan hingga coba-coba yang berujung fatal.

“Kalau masih sadar, bisa kita nasihati. Tapi tanpa sadar, kadang mereka sudah masuk di dalam sirkel itu. Itu yang sangat berbahaya,” ujarnya.

Baca juga: Wanita Viral Hina Suku Kaili di Medsos Jalani Sanksi Adat di Kota Palu

Zulfikar menegaskan, bahaya terbesar adalah ketika rasa ingin mencoba berubah menjadi kebiasaan, bahkan sampai ikut mengedarkan narkoba.

Ia menyebut salah satu langkah pencegahan adalah memperkuat pendidikan karakter di sekolah. 

Program Kementerian Pendidikan yang menekankan “7 Kebiasaan Hebat Anak Indonesia” menurutnya layak menjadi prioritas.

Tujuh kebiasaan hebat anak indonesia adalah bangun pagi, beribadah, berolahraga, makam sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

“Anak-anak sekarang harus kita dorong mendesain waktunya. Mulai dari tidur, bangun, belajar, hingga bermain. Dari pola hidup disiplin itulah mereka bisa terhindar dari pergaulan bebas atau sirkel narkoba,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan sekolah agar jangan pernah lalai. 

Baca juga: Cegah Tawuran, Polres Sigi Ciduk Terduga Pelaku Penganiayaan di Dolo Selatan

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved