Morowali Hari Ini
Hanya 18 Ribu Pekerja Informal di Morowali Tercover BPJS Ketenagakerjaan
Jumlah pekerja informal yang telah memperoleh perlindungan jaminan sosial masih sangat kecil
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: mahyuddin
Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Jumlah pekerja sektor informal yang telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Morowali hingga saat ini masih tergolong rendah, berkisar 18 ribu orang.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Morowali, Makmur, saat diwawancarai TribunPalu.com di ruang kerjanya, Kamis (16/4/2026).
Menurut Makmur, jumlah pekerja informal yang telah memperoleh perlindungan jaminan sosial masih sangat kecil jika dibandingkan dengan potensi pekerja informal yang ada di daerah tersebut.
“Kalau masyarakat pekerja informal kita di Kabupaten Morowali yang sudah tercover itu memang masih sangat kecil,” ujarnya.
Baca juga: Dinas Pertanian Morowali Talangi Perlindungan Jaminan Sosial 12 Ribu Pekerja Informal
Makmur menyebutkan, peserta terdaftar mayoritas merupakan pekerja informal yang mendapat intervensi dari pemerintah daerah.
“Yang terdaftar itu baru yang diintervensi pemerintah daerah. Di saat ini itu baru terealisasi sekitar 18 ribu,” tuturnya.
Kondisi tersebut, lanjut Makmur, menjadi tantangan bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk terus memperluas cakupan perlindungan, terutama bagi pekerja informal seperti pedagang, petani, nelayan, buruh harian, hingga pekerja mandiri lainnya.
Perluasan kepesertaan pekerja informal sangat penting karena perlindungan jaminan sosial tidak hanya memberikan rasa aman bagi pekerja, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BPJS Ketenagakerjaan Morowali berharap jumlah kepesertaan pekerja informal dapat terus meningkat melalui dukungan pemerintah daerah serta tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mendaftarkan diri secara mandiri.
Diketahui, sebagian besar pekerja informal di Morowali bergerak di sektor pendukung (multiplier effect) dari industri nikel.
Mereka umumnya penyedia Jasa Akomodasi, Pedagang pasar, pemilik warung makan dan pedagang kaki lima di sekitar kawasan industri.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Optimistis Kepesertaan Pekerja Tekan Angka Kemiskinan di Morowali
Ada juga pengemudi ojek, penyedia jasa laundry, serta tenaga kebersihan non-perusahaan.
Meskipun peluang ekonomi tinggi, pekerja informal di Morowali menghadapi tantangan berat.
Pertumbuhan industri memicu inflasi lokal yang signifikan.
| Dinas Pertanian Morowali Talangi Perlindungan Jaminan Sosial 12 Ribu Pekerja Informal |
|
|---|
| BPJS Ketenagakerjaan Optimistis Kepesertaan Pekerja Tekan Angka Kemiskinan di Morowali |
|
|---|
| Sanksi Administratif dan Pidana Menanti Perusahaan Abaikan BPJS Ketenagakerjaan |
|
|---|
| BPJS Ketenagakerjaan Dorong Universal Coverage, Sasar Pekerja Informal |
|
|---|
| BPJS Ketenagakerjaan Bentuk Agen Perisai di Setiap Desa, Sasar Pekerja hingga Pelosok Morowali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Makmur-BPJS-Ketenagakerjaan-2026.jpg)