Sulteng Hari Ini
Alasan Pansus DPRD Sulteng Minta Pemprov Evaluasi Berani Cerdas dan Sehat
Jika usulan itu dikabulkan DPRD, maka program Berani Cerdas dan Berani Sehat harus terhenti sementara waktu.
TRIBUNPALU.COM, PALU - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulteng mengusulkan evaluasi Program Berani Cerdas dan Berani Sehat.
Usulan itu disampaikan anggota Pansus dalam rapat Pansus LKPJ Gubernur di DPRD Sulteng, Jl Sam Ratulangi, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Senin (20/4/2026).
Jika usulan itu dikabulkan DPRD, maka program unggulan Gubernur Sulteng Anwar Hafid-Reny Lamadjido itu harus terhenti sementara waktu.
Ada tiga poin yang menjadi perhatian serius Pansus LKPJ dalam usulan itu.
Berikut ketiga poin diperoleh TribunPalu.com, Rabu (22/4/2026):
1. Evaluasi Program Berani Cerdas dan Raperda Pembiayaan Pendidikan
Terkait rencana pembentukan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pembiayaan mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 melalui Program Berani Cerdas, memerlukan kajian mendalam dan sinkronisasi antara besaran alokasi anggaran dengan kemampuan fiskal daerah.
Program Berani Cerdas belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip efisiensi anggaran daerah.
Baca juga: Fun Walk dan Fun Bike Sulteng Nambaso, Wujud Kampanye Program Berani Sehat
Pansus harus memastikan bahwa mekanisme seleksi penerima beasiswa dalam draf Perda memiliki indikator yang ketat dan transparan, guna menghindari tumpang tindih anggaran dengan program beasiswa nasional.
Pansus menyarankan skema pembiayaan dialihkan atau difokuskan pada jurusan yang berkontribusi langsung pada sektor unggulan daerah Sulawesi Tengah agar investasi SDM memberikan return yang nyata bagi daerah.
2. Penyesuaian Satuan Biaya Umum (SBU) Perjalanan Dinas
Pansus perlu mendorong pemerintah provinsi untuk melakukan penyesuaian SBU perjalanan dinas, khususnya pada komponen tiket pesawat.
Mengingat terjadinya kenaikan harga tiket pesawat yang signifikan di wilayah Sulawesi Tengah, standar biaya yang digunakan saat ini sudah tidak relevan dengan harga pasar (market price).
Hal itu penting agar tidak menghambat mobilitas tugas konstitusional anggota dewan maupun aparatur sipil negara dalam koordinasi ke pemerintah pusat.
Penyesuaian ini harus tetap mengedepankan prinsip kewajaran, efektifitas, dan dapat dipertanggungjawabkan tanpa mengganggu pagu anggaran belanja daerah yang bersifat prioritas.
| Sindir Pernyataan Bupati Morut, Safri Tegaskan DBH Hak Daerah Bukan Belas Kasihan Pusat |
|
|---|
| Anwar Hafid Soroti 342 Ribu Hektare Lahan Sawit di Sulteng Beroperasi Tanpa HGU |
|
|---|
| Gubernur Sulteng Ungkap 63 Kasus Konflik Agraria, Dampak ke 9 Ribu KK |
|
|---|
| Konflik Lahan Sawit dan Pertambangan Jadi Sorotan Kunjungan Komisi II DPR RI di Sulteng |
|
|---|
| Gubernur Sulteng Ungkap 63 Kasus Konflik Agraria ke Komisi II DPR RI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/parpurna-istimewa-dprd-sulteng-april-2025.jpg)