OPINI
Durian, Jalan Baru Ekonomi Sulawesi Tengah
Buah yang dijuluki “raja buah” ini kini mulai menunjukkan taringnya sebagai komoditas strategis daerah. Dari kebun-kebun rakyat di Sigi.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa durian bukan lagi komoditas biasa, tetapi bagian dari strategi besar pembangunan daerah.
Ubah Citra, Bangun Harapan
Selama ini, Sulawesi Tengah identik dengan sektor tambang. Namun ke depan, citra itu perlahan akan berubah.
“Selama ini Sulawesi Tengah hanya dikenal karena tambangnya, tetapi sekarang juga akan dikenal sebagai daerah penghasil durian terbesar di Indonesia,” ujar Gubernur Anwar Hafid.
Perubahan ini penting. Selain lebih ramah lingkungan, sektor pertanian seperti durian juga lebih inklusif karena melibatkan masyarakat luas, terutama petani.
Jangan Hanya Jual Buah
Namun, ada satu hal yang tidak boleh diabaikan: nilai tambah. Jangan sampai kita hanya menjual durian dalam bentuk buah segar.
Padahal, durian bisa diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi seperti daging durian beku, dodol, tempoyak, hingga es krim dan aneka makanan olahan lainnya.
Jika ini dikembangkan, keuntungan yang diperoleh bisa berlipat ganda. Lapangan kerja pun akan semakin terbuka.
Peran Program BERANI
Upaya ini juga didukung oleh program pemerintah daerah. Salah satunya adalah Program BERANI yang mendorong penguatan sektor pertanian dan kesejahteraan petani.
“BERANI Panen Raya adalah program yang akan memayungi semua langkah besar ini,” kata Gubernur Anwar Hafid.
Program ini diharapkan mampu memperkuat petani, memperluas akses pasar, serta mendorong pengembangan industri olahan durian.
Untuk Petani, Bukan Sekadar Angka
Yang paling penting, pengembangan durian harus berpihak pada petani.
| Jalan Terjal Gen Z, Membedah Realitas Ekonomi, Mentalitas, dan Dukungan Informal |
|
|---|
| Koperasi Desa di Lingkar Tambang : Menggali Ekonomi atau Menggali Bencana Ekologis? |
|
|---|
| Transparansi Investasi Sawit di Tojo Una-Una, Kunci Kepercayaan Publik |
|
|---|
| Ketimpangan dan Buruh Banggai yang Terabaikan |
|
|---|
| Berani Cerdas, Berani Sehat : Berani Menghadapi Realitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Pemerhati-sosial-budaya-pegiat-literasi-dan-Kepala-Divisi-Riset-dan-Knowledge.jpg)