OPINI
Durian, Jalan Baru Ekonomi Sulawesi Tengah
Buah yang dijuluki “raja buah” ini kini mulai menunjukkan taringnya sebagai komoditas strategis daerah. Dari kebun-kebun rakyat di Sigi.
“Sekarang durian sudah ada pasar. Tugasnya pemerintah mempermudah, jangan persulit rakyat kita,” tegas Gubernur.
Pesan ini sederhana, tetapi sangat penting. Jangan sampai peluang besar ini justru sulit diakses oleh mereka yang paling berhak menikmatinya.
Saatnya Berani Melangkah
Durian Sulawesi Tengah memiliki semua syarat untuk menjadi komoditas unggulan: produksi melimpah, pasar terbuka, dan dukungan pemerintah.
Tinggal satu hal: keberanian untuk melangkah lebih jauh. Berani meningkatkan kualitas, berani mengembangkan industri olahan, dan berani menembus pasar dunia.
Jika itu dilakukan, durian bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga sumber kesejahteraan bagi masyarakat.
Dan mungkin, suatu hari nanti, ketika orang menyebut Sulawesi Tengah, yang pertama teringat bukan lagi tambang—melainkan durian.(*)
| Jalan Terjal Gen Z, Membedah Realitas Ekonomi, Mentalitas, dan Dukungan Informal |
|
|---|
| Koperasi Desa di Lingkar Tambang : Menggali Ekonomi atau Menggali Bencana Ekologis? |
|
|---|
| Transparansi Investasi Sawit di Tojo Una-Una, Kunci Kepercayaan Publik |
|
|---|
| Ketimpangan dan Buruh Banggai yang Terabaikan |
|
|---|
| Berani Cerdas, Berani Sehat : Berani Menghadapi Realitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Pemerhati-sosial-budaya-pegiat-literasi-dan-Kepala-Divisi-Riset-dan-Knowledge.jpg)