Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Demo di Depan Polsek Poso Pesisir Utara, Warga Blokade Jalan dan Bakar Satu Pos Satgas Madago Raya

Sejumlah warga di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah menggelar aksi demo di depan Polsek Poso Pesisir Utara, Jumat (9/4/2021).

TribunPalu.com/Handover
Sejumlah warga di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah menggelar aksi demo di depan Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Poso Pesisir Utara, Jumat (9/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, POSO - Sejumlah warga di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah menggelar aksi demo di depan Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Poso Pesisir Utara, Jumat (9/4/2021).

Dalam aksi ini, warga memblokade jalan di depan Polsek Poso Pesisir Utara selama dua jam.

Akibatnya, sempat terjadi kemacetan hingga kurang lebih 10 Kilometer.

Selain itu, massa aksi yang tidak diizinkan masuk dalam area polsek juga membakar salah satu pos milik Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya yang ada di depan Kantor Polsek Poso Pesisir Utara tersebut.

Baca juga: Update Covid-19 di Indonesia, Jumat 9 April: 5.265 Kasus Baru, Total 1.558.145 Terkonfirmasi Positif

Baca juga: Disperindag Palu Sebut Hanya Harga Cabai Rawit yang Naik, Sementara Bahan Pokok Lainnya Stabil

Baca juga: Kamar Sel Rutan Palu Digeledah, Petugas Temukan Handpone, Korek dan Kaca Pireks

Baca juga: Nekat Gasak Barang Bengkel di Kabupaten Banggai, Warga Morowali Utara Diciduk Polisi

Sejumlah warga ini adalah keluarga Qidam Alfarizki Mofanc (20) warga Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Remaja ini meninggal dunia, karena ditembak oleh salah satu yang diduga oknum anggota satuan tugas Tinombala di Poso pada 9 April 2020 lalu.

Mereka menuntut aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku penembakan terhadap Qidam.

Pasalnya, menurut mereka sudah satu tahun pascakejadian, kasus tersebut belum menemui titik terang.

Iman Sudirman perwakilan Keluarga Qidam mengungkapkan, sudah setahun kasus penembakan Qidam, belum ada kejelasan terhadap kepastian hukumnya.

"Tolong kerjasamanya, ini sudah setahun tapi belum ada kejelasannya dan keluarga sudah lelah menunggu, jadi keluarga lakukan aksi ini untuk mengingatkan sudah satu tahun Qidam ditembak, tapi tidak ada kejelasannya," ujar Iman kepada TribunPalu.com, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Setelah Vaksinasi Guru Selesai, Kadisdikbud Yakin SMA dan SMK Di Sulteng Siap Belajar Tatap Muka

Baca juga: SMA dan SMK Di Sulteng akan Belajar Tatap Muka, Kadisdikbud: Untuk Sekolah di Daerah Zona Hijau

Baca juga: Operasi Pekat di Ampana Kota, Polisi Sita Puluhan Kantong Miras Hingga Amankan Muda Mudi dalam Kos

Aksi tersebut berakhir setelah pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng dan Kepolisian Resort (Polres) Poso, berencana akan mengadakan pertemuan di Polsek Poso Pesisir utara guna membahas dan menyampaikan perkembangan terkait kasus Qidam.

"Jadi janjinya Direktur Bimbingan Masyarakat (Binmas) Polda Sulteng, akan mengadakan pertemuan antara Polda dan Polres untuk menyampaikan perkembangan kasus Qidam, paling lambat selasa nanti," terangnya.

Iman Sudirman menuturkan akan terus mengawal hingga kasus Qidam terselesaikan dan menemukan pelaku penembakan terhadap remaja tersebut. (*)

Penulis: Moh Salam
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved