Breaking News:

Apa Itu Amnesia? Berikut Penjelasan, Penyebab, Pengobatan, hingga Pencegahan

Amnesia adalah salah satu bentuk kehilangan ingatan. Beberapa orang dengan amnesia mengalami kesulitan membentuk ingatan baru.

Penulis: Nuri Dwi Yanti | Editor: Imam Saputro
medicalnewstoday.com
Pria yang mengalami sakit kepala. 

Apa Itu Amnesia? Berikut Penjelasan, Penyebab, Pengobatan, hingga Pencegahan

TRIBUNPALU.COM - Istilah amnesia kerap digunakan oleh pihak rumah sakit untuk pasien yang mengalami hilang ingatan.

Biasanya orang yang mengidap hilang ingatan setelah pingsan atau tidak sadarkan diri.

Lalu apakah itu amnesia menurut pandangan medis?

Dikutip dari healthline amnesia adalah salah satu bentuk kehilangan ingatan.

Beberapa orang dengan amnesia mengalami kesulitan membentuk ingatan baru.

Orang lain tidak dapat mengingat fakta atau pengalaman masa lalu.

Orang dengan amnesia biasanya mempertahankan pengetahuan tentang identitas mereka sendiri, serta keterampilan motorik.

Kehilangan memori ringan adalah bagian normal dari penuaan.

Kehilangan memori yang signifikan, atau ketidakmampuan untuk membentuk ingatan baru, dapat mengindikasikan adanya gangguan amnestik.

Baca juga: Apa Itu Surat Akreditasi BAN-PT untuk Daftar CPNS 2021? Begini Cara Mendapatkannya Tanpa ke Kampus

Baca juga: Apa Itu Anosmia? Simak Pengertian dari Gejala Covid-19 Ini dan Cara Mengatasinya di Rumah

Gejala Amnesia

Gejala utama amnesia adalah kehilangan ingatan atau ketidakmampuan untuk membentuk ingatan baru.

Jika mengalami amnesia, akan mengalami kesulitan mengingat fakta, peristiwa, tempat, atau detail tertentu.

Rinciannya bisa berkisar dari apa yang di makan pagi ini hingga nama presiden saat ini.

Anda masih akan mempertahankan keterampilan motorik, seperti kemampuan Anda untuk berjalan, serta kefasihan dalam bahasa apa pun yang digunakan.

Ilustrasi sakit kepala
Ilustrasi sakit kepala (Game Ready Blog)

Jenis-jenis Amnesia

  • Amnesia retrograde

Ketika mengalami amnesia retrograde, Anda kehilangan ingatan yang sudah ada sebelumnya.

Jenis amnesia ini cenderung mempengaruhi ingatan yang baru terbentuk terlebih dahulu.

Ingatan yang lebih tua, seperti ingatan masa kanak-kanak, biasanya terpengaruh lebih lambat.

Penyakit seperti demensia menyebabkan amnesia retrograde bertahap.

Baca juga: Apa Itu Fenomena Panic Buying? Simak Pengertiannya Menurut Ahli

Baca juga: Apa Itu Covid-19 Varian Delta? Ini Perbedaannya dengan Virus Corona yang Menyebar di Wuhan

  • Amnesia anterograde

Ketika mengalami amnesia anterograde, Anda tidak dapat membentuk ingatan baru.

Efek ini bisa bersifat sementara.

Misalnya, dapat mengalaminya saat pemadaman listrik yang disebabkan oleh terlalu banyak alkohol.

Bisa juga permanen. Anda dapat mengalaminya jika area otak yang dikenal sebagai hippocampus rusak.

Hippocampus memainkan peran penting dalam membentuk ingatan.

  • Amnesia global sementara

Amnesia global transien (TGA) adalah kondisi yang kurang dipahami.

Jika mengembangkannya, akan mengalami kebingungan atau kegelisahan yang datang dan pergi berulang kali selama beberapa jam.

Anda mungkin mengalami kehilangan ingatan beberapa jam sebelum serangan, dan mungkin tidak akan memiliki ingatan yang bertahan lama tentang pengalaman itu.

Para ilmuwan berpikir bahwa TGA terjadi sebagai akibat dari aktivitas seperti kejang atau penyumbatan singkat pada pembuluh darah yang memasok otak.

Ini terjadi lebih sering pada orang dewasa paruh baya dan lebih tua.

Baca juga: Apa Itu Covid-19 Varian Delta? Ini Perbedaannya dengan Virus Corona yang Menyebar di Wuhan

Baca juga: Apa Itu Anemia? Berikut Penjelasan, Penyebab, hingga Cara Mengobatinya

Amnesia infantil

Kebanyakan orang tidak dapat mengingat tiga sampai lima tahun pertama kehidupan.

Fenomena umum ini disebut amnesia infantil atau masa kanak-kanak.

Penyebab Amnesia

1. Demensia

Lokasi memori di otak diperkirakan bergantung pada usianya.

Untuk kehilangan ingatan lama, harus mengalami kerusakan otak yang meluas.

Hal ini dapat disebabkan oleh penyakit Alzheimer atau bentuk lain dari demensia.

Orang dengan demensia biasanya kehilangan ingatan yang lebih baru terlebih dahulu dan menyimpan ingatan yang lebih lama lebih lama.

2. Anoksia

Penipisan kadar oksigen juga dapat mempengaruhi seluruh otak dan menyebabkan hilangnya memori.

Kondisi ini disebut anoksia. Jika anoksia tidak cukup parah untuk menyebabkan kerusakan otak, kehilangan memori bisa bersifat sementara.

Baca juga: Apa Itu Leukemia? Berikut Penyebab, Pengobatan, hingga Jenis-jenisnya

Baca juga: Ketahui Apa Itu Arti Kata Ngab, Dijadikan Kata Panggilan para Anak Muda di Media Sosial

3. Kerusakan pada hipokampus

Hippocampus adalah bagian dari otak dan sistem limbik yang bertanggung jawab untuk memori.

Kegiatannya meliputi pembentukan ingatan, pengorganisasian ingatan, dan pengambilannya kembali ketika dibutuhkan.

Sel-selnya adalah sebagian dari otak yang paling haus energi dan rapuh.

Mereka paling mudah terganggu oleh anoksia dan ancaman lain seperti racun.

Ketika hipokampus Anda terganggu, akan kesulitan membentuk ingatan baru.

Jika hipokampus rusak di kedua bagian otak, Anda dapat mengembangkan amnesia anterograde lengkap.

4. Cedera kepala

5. Penggunaan alkohol

6. Trauma dan stres

7. Terapi kejang listrik

Pria yang mengalami sakit kepala.
Pria yang mengalami sakit kepala. (medicalnewstoday.com)

Bagaimana pengobatan amnesia?

Untuk mengobati amnesia, dokter akan fokus pada penyebab yang mendasari kondisi Anda.

Amnesia yang diinduksi secara kimiawi, dari alkohol misalnya, dapat diatasi melalui detoksifikasi.

Setelah obat keluar dari sistem, masalah memori mungkin akan mereda.

Amnesia dari trauma kepala ringan biasanya sembuh tanpa pengobatan dari waktu ke waktu.

Amnesia akibat cedera kepala berat mungkin tidak surut.

Namun, perbaikan biasanya terjadi dalam waktu enam sampai sembilan bulan.

Amnesia akibat demensia seringkali tidak dapat disembuhkan.

Namun, dokter mungkin meresepkan obat untuk mendukung pembelajaran dan memori.

Jika mengalami kehilangan ingatan yang terus-menerus, dokter mungkin merekomendasikan terapi okupasi.

Mencegah amnesia

Kebiasaan sehat berikut dapat menurunkan risiko pingsan, cedera kepala, demensia, stroke, dan penyebab potensial kehilangan memori lainnya:

  • Hindari penggunaan alkohol atau obat-obatan yang berlebihan.
  • Gunakan pelindung kepala saat berolahraga yang membuat berisiko tinggi mengalami gegar otak.
  • Tetap aktif secara mental sepanjang hidup. Misalnya, ikuti kelas, jelajahi tempat baru, baca buku baru, dan mainkan permainan yang menantang mental.
  • Tetap aktif secara fisik sepanjang hidup.
  • Makan makanan yang sehat untuk jantung, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein rendah lemak.
  • Tetap terhidrasi.

(TribunPalu/Nuri Dwi)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved