Breaking News:

Idul Adha 2021

Tiga Cara Jitu Jaga Asupan Makanan saat Idul Adha, Simak Penjelasan Ahli Gizi Berikut

Berdasarkan kalender Hijriyah, sebentar lagi umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha 2021. Simak cara jitu untuk menjaga pola makan berikut.

Penulis: Rahman Hakim | Editor: Ananda Putri Octaviani
Pixabay/Meinemannerwelt via Kompas.com
ILUSTRASI: Tips menjaga kesehatan tubuh saat Idul Adha 

Biasanya memang saat lebaran Hari Raya Idul Adha dihidangkan minuman manis seperti sirup dan minuman lain untuk menemani makanan lezat yang berbahan dasar daging.

Justru minuman-minuman tersebut dikatakan Mury memiliki kandungan gula yang banyak.

"Biasanya malah dihidangkan minuman manis seperti sirup, justru itu mengandung gula yang tinggi," tutup Mury.

Gangguan Kesehatan Akibat Makan Berlebihan

1. Lemak dalam tubuh meningkat

Kalori yang dibutuhkan tubuh haruslah seimbang.

Jika makan melebihi kadar yang dibutuhkan tubuh, maka kondisi ini disebut sebagai surplus kalori.

Kalori ini akan tersimpan dalam bentuk lemak dalam tubuh.

Jika makan terlalu berlebihan maka akan menimbulkan obesitas.

Pencegahannya dapat Anda lakukan dengan menyeimbangkan nutrisi tubuh dengan protein tanpa lemak.

Anda juga bisa mengonsumsi sayur mayur dan buah-buahan untuk mengikat lemak berlebih dalam tubuh.

Namun mengonsumsi protein secara berlebihan kemungkinan tidak meningkatkan lemak tubuh karena dimetabolisme dengan cara yang berbeda oleh tubuh.

Kalori berlebih dari karbohidrat dan lemak jauh lebih rentan meningkatkan lemak tubuh.

Baca juga: Lurah Duyu Keliling Kampung Sosialiasi Protokol Kesehatan Covid-19

2. Meningkatkan risiko penyakit

Jika hanya sekali dua kali saja jumlah makan Anda berlebihan, maka tidak akan berdampak pada kesehatan.

Namun jika hal itu dibiasakan dalam jangka panjang, maka akan menimbulkan obesitas.

Kondisi ini akan menimbulkan tubuh manusia rentan terkena penyakit.

Misalnya penyakit jantung, diabetes dan stroke.

Resistensi insulin sendiri erat kaitannya dengan makan berlebihan kronis.

Kondisi ini akan berkembang ketika kelebihan gula dalam darah mengurangi kemampuan hormon insulin untuk menyimpan gula darah di sel tubuh kita.

Untuk meminimalisir risiko penyakit dalam tubuh, maka Anda bisa menghindari makanan olahan dengan jumlah kalori yang tinggi.

Anda juga bisa mengonsumsi makanan kaya akan serat dan mengatur porsi karbohidrat saat makan.

3. Menimbulkan rasa kantuk

Dalam istilah medis, keadaan ini disebabkan oleh gula darah yang menurun setelah makan berlebihan.

Istilah ilmiahnya disebut dengan hipoglikemia reaktif.

Gula darah yang menurun sangat berkaitan dengan gejala seperti mengantuk, lesu, detak jantung cepat dan sakit kepala.

Hingga saat ini penyebab dari gejala ini belum dikethaui secara pasti, namun diduga lantaran produksi insulin yang berlebih.

(TRIBUNPALU.COM/HAKIM)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved