4 Manfaat Jahe bagi Kesehatan: Hilangkan Bekas Luka, Cegah Infeksi hingga Bersifat Anti Inflamasi
Jahe memang memiliki banyak manfaat, dan inilah manfaatnya bagi kesehatan.
4 Manfaat Jahe bagi Kesehatan: Hilangkan Bekas Luka, Cegah Infeksi hingga Obat Anti Inflamasi
TRIBUNPALU.COM - Jahe memang memiliki banyak manfaat, dan inilah manfaatnya bagi kesehatan.
Jahe bukanlah sistem penyembuhan yang baru dalam pengobatan tradisional.
Jahe memang sudah dikenal memiliki banyak khasiat, seperti meredakan flu serta pilek.
Berikut ini adalah manfaat jahe untuk kesehatan tubuh.
1. Menghilangkan bekas luka di kulit
Jika Anda memiliki bekas luka yang susah hilang, Anda bisa gunakan jahe sebagai obatnya.
Melansir dari laman Vogue, jahe memang sangat ideal untuk menghilangkan bekas luka tersebut.
Kandungan antioksidan pada jahe mampu membuat kulit Anda menjadi lebih halus dan rata kembali.
Baca juga: Deretan Manfaat Jahe bagi Kesehatan: Minimalisir Serangan Jantung hingga Mengobati Keputihan Miss V

Antioksidan ini juga dapat menangkal radikal bebas yang merusak kulit.
Untuk mengaplikasikannya, Anda bisa mencampurkan remukan jahe dengan jus lemon.
Vitamin C yang terkandung didalamnya dapat membantu menyembuhkan bekas luka tersebut.
Selain itu campuran ini dapat mengencangkan kulit Anda dan mengurangi efek kerusakan karena sinar matahari.
Jika sudah mencampurkannya, Anda dapat mengoleskan pada bintik-bintik bekas luka.
Lalu biarkan hingga kering dan bilas dengan air bersih.
Meski manfaatnya baik untuk kulit, Anda tidak disarankan untuk mengoleskan dibagian wajah.
Hal ini dikarenakan campuran jus lemon bisa terlalu abrasif untuk digunakan pada seluruh wajah.
2. Mencegah adanya infeksi
Melansir dari laman Healthline, jahe memiliki sifat anti-infeksi bagi tubuh.
Bahkan dikatakan jika ekstrak jahe dapat menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri.
Pada sebuah penelitian yang dilakukan para ahli pada 2008 menunjukkan hasil yang maksimal tentang manfaat jahe untuk cegah infeksi.
Baca juga: Tahukah Kamu Jika Jahe hingga Kayu Manis Bermanfaat untuk Penderita Diabetes? Ini Penjelasannya
Jahe disebutkan mampu melawan bakteri-bakteri jahat pada mulut seseorang.
Jahe bisa melawan bakteri terkait gangguan gingivitis dan periodontitis.
Kedua gangguan kesehatan tersebut menyerang mulut, lebih tepatnya pada masalah radang gusi.
Tak hanya itu saja, jahe juga dikatakan dapat melawan virus pernapasan syncytial atau RSV.
Virus ini adalah penyebab umum adanya infeksi pada pernapasan manusia.
3. Mengobati Alzheimer
Masih melansir dari laman yang sama, orang yang terserang alzheimer dikarenakan terlalu sering mengalami stres.
Maka dari itu kecerdasan kognitifnya akan semakin berkurang saat bertambahnya usia.
Perlu Anda ketahui jika jahe memiliki kandungan antioksidan yang tinggi.
Beberapa penelitian yang sudah dilakukan oleh para ahli menunjukkan jika antioksidan pada jahe mampu memnghambat inflamasi di otak.
Tak hanya kandungan antioksidannya saja, senyawa-senyawa bioaktif lainnya dalam jahe juga memiliki fungsi yang sama.
Baca juga: Tips Atasi Sakit Tenggorokan dengan Bahan Alami: Manfaatkan Jahe hingga Madu, Simak Juga Resepnya

Ada juga beberapa bukti penelitianbahwa jahe dapat membantu meningkatkan fungsi otak secara langsung.
Pada sebuah studi tahun 2012 yang ditujukan terhadap wanita paruh baya yang sehat, dosis harian ekstrak jahe terbukti meningkatkan waktu reaksi dan memori kerja.
Beberapa peneliti juga melakukan riset manfaat jahe bagi kesehatan otak pada hewan.
Bahkan pada hewan, jahe bermanfaat untuk melindungi dari penurunan fungsi otak.
Alzeimer dan gangguan kesehatan otak umumnya memang dipicu oleh tingkat kestresan seseorang.
Jahe sebagai rempah-rempah pilihan yang sehat juga berguna untuk meredakan stres.
Hal ini tidak bisa lepas dari kandungan gingerolnya yang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan.
Perlu Anda ketahui jika gingerol merupakan senyawa bioaktif yang paling banyak terdapat di dalam jahe.
Gingerol ini memiliki pengaruh yang besar atas obat-obatan berbahan dasar jahe yang kerap dijumpai pada jamu.
Senyawa gingerol yang ada di dalam jahe memiliki sifat anti-inflamasi yang tinggi.
Berdasarkan penelitian para ahli, gingerol yang ada dalam jahe juga mengandung antioksidan yang kuat.
Maka tak heran jika mengonsumsi jahe dapat membantu mengurangi stres oksidatif.
Stres oksidatif bisa terjadi apabila terdapat banyak radikal bebas yang ada di dalam tubuh.
Baca juga: Cara Mudah Menanam Jahe di Pekarangan Rumah, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan: Mengobati Pilek & Radang
4. Bersifat anti-inflamasi
Melansir dari laman Web MD, jahe juga memiliki kandungan anti-inflamasi yang tinggi.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terbukti jahe dapat menurunkan tingkat penanda inflamasi di jaringan usus.
Maka mengonsumsi jahe dapat mengurangi peradangan bahkan yang sifatnya sudah kronis sekalipun.
Perlu Anda ketahui jika peradangan layaknya yang terjadi pada usus merupakan salah satu penyebab timbulnya kanker atau polip.
Meskipun jahe memiliki manfaat sebagai pereda peradangan yang bisa menyebabkan kanker, ternyata terdapat opini peneliti lainnya.
Dikatakan jika mengonsumsi jahe terlalu banyak juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan Anda.
Apabila Anda sudah mengonsumi jahe, lebih baik tidak menggunakan obat jenis lainnya.
Misalnya saja juga meminum aspirin atau obat anti-inflamasi lain termasuk NSAID.
Apabila terlalu sering mengonsumsi jahe maka akan menimbulkan efek samping bagi kesehatan.
Beberapa di antaranya ialah sakit perut ringan, perut mulas hingga sering membuang gas.
(TribunPalu/Kim)