BPJS Kesehatan
Kisah Dewi Sebut JKN Menjadi Penyelamat Saat Menderita Saraf Terjepit
Berkat keanggotaan aktif dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), seorang ibu berusia 70 tahun di Kabupaten Pasangkayu
Dewi juga mengungkapkan bahwa selama masa perawatan, ibunya menerima terapi rutin yang membantu memperbaiki kondisinya secara perlahan.
Kini, ibunya sudah mulai membaik, dapat berjalan tanpa bantuan, dan secara bertahap kembali melakukan aktivitas sederhana di rumah.
“Sekarang ibu saya sudah mulai bisa jalan pelan-pelan, sudah mulai masak dan menyapu lagi meski tidak seperti dulu. Saya benar-benar merasa lega. Tanpa BPJS Kesehatan, mungkin saya dan keluarga tidak akan mampu membiayai pengobatan ibu,” kata Dewi.
Dewi berharap masyarakat lainnya tidak ragu untuk memanfaatkan Program JKN, khususnya layanan BPJS Kesehatan yang kini semakin mudah diakses.
Baca juga: Pengalaman Febriyanti, Terbantu Mobile JKN Saat Antre Berobat Tipus
Ia juga mengajak masyarakat yang belum menjadi peserta untuk segera mendaftar agar terlindungi ketika sakit datang tanpa diduga.
“Jangan tunggu sakit dulu baru ikut BPJS Kesehatan. Pengalaman ibu saya membuktikan bahwa program ini sangat bermanfaat. Kalau tidak ada BPJS, mungkin ibu saya sudah menyerah karena biaya pengobatan yang tinggi. Sekarang ibu saya bisa tetap kontrol dan semangat untuk sembuh. Kesehatan itu mahal, tapi dengan BPJS Kesehatan, beban kami jadi jauh lebih ringan,” pesannya. (tm/aq)(*)
BPJS Kesehatan Goes to Campus, Edukasi Mahasiswa FKM Untad tentang Pentingnya JKN |
![]() |
---|
Telekolekting Bantu Peserta JKN Bayar Iuran Tepat Waktu |
![]() |
---|
BPJS Kesehatan Sebut Layanan JKN Searah Dengan Program Pemprov Sulteng Berani Sehat |
![]() |
---|
Jawab Keluhan Masyarakat, BPJS Kesehatan Gelar Edukasi Langsung Soal Prosedur Rujukan |
![]() |
---|
BPJS Kesehatan Dekatkan Layanan ke Masyarakat Lewat Layanan Keliling di Area CFD Palu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.