Senin, 11 Mei 2026

Dugaan Kasus Kekerasan Santri di Parimo

Anggota DPRD Parimo Minta Pengawasan Ketat di Ponpes Pasca Kasus Bullying Santri Meninggal

Langkah itu dinilai penting untuk mencegah terulangnya kasus dugaan bullying yang menyebabkan seorang santri meninggal dunia.

Tayang:
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
SHUTTERSTOCK
KASUS BULLYING - Anggota DPRD Parigi Moutong, Irawati, meminta Kementerian Agama (Kemenag) dan Pemerintah Daerah (Pemda) memperketat pengawasan di seluruh pondok pesantren.u perudungan 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO – Anggota DPRD Parigi Moutong, Irawati, meminta Kementerian Agama (Kemenag) dan Pemerintah Daerah (Pemda) memperketat pengawasan di seluruh pondok pesantren.

Langkah itu dinilai penting untuk mencegah terulangnya kasus dugaan bullying yang menyebabkan seorang santri meninggal dunia di salah satu Pondok Pesantren di Parimo.

Menurut Irawati, lembaga pendidikan berbasis agama semestinya menjadi tempat yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Baca juga: Nusakambangan Jadi Pusat Pemberdayaan, Warga Binaan Olah Limbah FABA PLN Jadi Produk Konstruksi

Ia menilai kasus tersebut menjadi peringatan serius agar seluruh pengelola pondok pesantren memperbaiki sistem pembinaan santri.

“Pemerintah bersama Kemenag harus memperkuat fungsi pengawasan dan evaluasi terhadap pengelolaan pondok pesantren,” ujar Irawati, Kamis (16/10/2025).

Ia menegaskan, pengawasan bukan berarti membatasi kegiatan keagamaan, tetapi memastikan semua aktivitas pendidikan berjalan sesuai nilai kemanusiaan.

Menurutnya, praktik perundungan seringkali luput dari perhatian karena dianggap persoalan sepele di kalangan anak-anak.

Baca juga: Anggota DPRD Sigi Dorong Pembentukan Tim Investigasi Independen Terkait Pengangkatan PPPK 2024

Padahal, kata dia, dampak bullying sangat serius dan dapat memengaruhi perkembangan psikologis serta rasa percaya diri anak.

“Kalau tidak ada sistem pencegahan yang kuat, kekerasan semacam ini bisa terus berulang tanpa disadari,” tegasnya.

Irawati mendorong Pemda untuk membentuk satuan tugas (Satgas) anti-bullying di setiap sekolah dan pondok pesantren.

Satgas itu diharapkan menjadi wadah bagi santri atau siswa yang ingin melapor tanpa rasa takut.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah daerah meningkatkan sosialisasi kepada guru, pengasuh, dan orang tua tentang bahaya perundungan.

Baca juga: BREAKINGNEWS: Remaja Asal Banggai Tertipu Modus Masuk Untad Jalur Khusus, Uang Rp10 Juta Raib

“Pendidikan karakter harus diperkuat, tidak hanya di sekolah umum, tetapi juga di lembaga pendidikan berbasis agama,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan harus lebih humanis, dengan menanamkan empati dan nilai-nilai saling menghormati antar-anak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved