Dugaan Kasus Kekerasan Santri di Parimo
Anggota DPRD Parimo Minta Pengawasan Ketat di Ponpes Pasca Kasus Bullying Santri Meninggal
Langkah itu dinilai penting untuk mencegah terulangnya kasus dugaan bullying yang menyebabkan seorang santri meninggal dunia.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIMO – Anggota DPRD Parigi Moutong, Irawati, meminta Kementerian Agama (Kemenag) dan Pemerintah Daerah (Pemda) memperketat pengawasan di seluruh pondok pesantren.
Langkah itu dinilai penting untuk mencegah terulangnya kasus dugaan bullying yang menyebabkan seorang santri meninggal dunia di salah satu Pondok Pesantren di Parimo.
Menurut Irawati, lembaga pendidikan berbasis agama semestinya menjadi tempat yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Baca juga: Nusakambangan Jadi Pusat Pemberdayaan, Warga Binaan Olah Limbah FABA PLN Jadi Produk Konstruksi
Ia menilai kasus tersebut menjadi peringatan serius agar seluruh pengelola pondok pesantren memperbaiki sistem pembinaan santri.
“Pemerintah bersama Kemenag harus memperkuat fungsi pengawasan dan evaluasi terhadap pengelolaan pondok pesantren,” ujar Irawati, Kamis (16/10/2025).
Ia menegaskan, pengawasan bukan berarti membatasi kegiatan keagamaan, tetapi memastikan semua aktivitas pendidikan berjalan sesuai nilai kemanusiaan.
Menurutnya, praktik perundungan seringkali luput dari perhatian karena dianggap persoalan sepele di kalangan anak-anak.
Baca juga: Anggota DPRD Sigi Dorong Pembentukan Tim Investigasi Independen Terkait Pengangkatan PPPK 2024
Padahal, kata dia, dampak bullying sangat serius dan dapat memengaruhi perkembangan psikologis serta rasa percaya diri anak.
“Kalau tidak ada sistem pencegahan yang kuat, kekerasan semacam ini bisa terus berulang tanpa disadari,” tegasnya.
Irawati mendorong Pemda untuk membentuk satuan tugas (Satgas) anti-bullying di setiap sekolah dan pondok pesantren.
Satgas itu diharapkan menjadi wadah bagi santri atau siswa yang ingin melapor tanpa rasa takut.
Selain itu, ia juga meminta pemerintah daerah meningkatkan sosialisasi kepada guru, pengasuh, dan orang tua tentang bahaya perundungan.
Baca juga: BREAKINGNEWS: Remaja Asal Banggai Tertipu Modus Masuk Untad Jalur Khusus, Uang Rp10 Juta Raib
“Pendidikan karakter harus diperkuat, tidak hanya di sekolah umum, tetapi juga di lembaga pendidikan berbasis agama,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan harus lebih humanis, dengan menanamkan empati dan nilai-nilai saling menghormati antar-anak.
| UPTD PPA Parimo Akan Beri Penguatan Psikologis bagi Santri di Ponpes Tempat Korban Belajar |
|
|---|
| UPTD PPA Parigi Moutong Tunggu Hasil Penyidikan Kasus Dugaan Bullying Santri yang Meninggal |
|
|---|
| Kasus Bullying Santri, DPRD Parimo Desak Pemda Bertindak Cepat dan Profesional |
|
|---|
| Santri Meninggal di RS Parimo, Ponpes Pertanyakan Keberadaan Korban Sebelum Dirujuk |
|
|---|
| Diduga Alami Kekerasan, Santri di Parimo Meninggal Dunia: Keluarga Laporkan ke Polda Sulteng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Ilustrasi-bullying-atau-perudungan.jpg)