PDIP Sulteng
Alfres Tonggiroh: PDIP Tegaskan Posisi Penyimbang, Tolak Pilkada Lewat DPRD
Sebagai kader PDIP, harus tegak lurus dengan keputusan partai sebagai bagian dari menjaga hak-hak demokrasi rakyat.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - PDI Perjuangan (PDIP) resmi menyatakan tidak bergabung dalam barisan pendukung pemerintah dan memilih berada di posisi penyeimbang.
Sikap politik tersebut merupakan keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP Tahun 2026 sebagai upaya menjaga demokrasi tetap berjalan sesuai prinsipnya.
Keputusan itu ditegaskan oleh Ketua DPC PDIP Parigi Moutong, Alfres Masboy Tonggiroh.
Ia menegaskan seluruh kader PDIP, termasuk di daerah, wajib menjalankan keputusan partai secara konsisten.
Sebagai kader PDIP, harus tegak lurus dengan keputusan partai sebagai bagian dari menjaga hak-hak demokrasi rakyat.
"Hak rakyat untuk memilih pemimpinnya tidak boleh dirampas,” ujar Alfres saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (14/1/2026).
Baca juga: Silaturahmi Kapolresta Palu dengan Ketua Utama Alkhairaat Sebagai Upaya Pemberantasan Narkoba
Ketua DPRD Parigi Moutong itu juga menilai wacana pengembalian sistem pemilihan kepala daerah melalui DPRD sebagai kemunduran demokrasi.
Menurutnya, Indonesia telah melalui perjalanan panjang demokrasi hingga akhirnya memberikan hak memilih langsung kepada rakyat.
Ia menilai pemilihan langsung merupakan hak mendasar yang harus dipertahankan di tengah berbagai persoalan yang dinilai telah menggerus hak-hak rakyat lainnya.
Karena itu, PDIP secara tegas menolak pilkada melalui DPRD sebagaimana hasil Rakernas I 2026.
Alfres menegaskan sikap tersebut bersifat final dan mengikat seluruh struktur partai.
Baca juga: Polresta Palu Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Brankas, Kerugian Capai Rp110 Juta
PDIP, kata dia, akan tetap menjalankan peran sebagai kekuatan penyeimbang, terlepas dari hasil akhir pembahasan politik di tingkat nasional.
Ia juga menyebut sejumlah survei nasional menunjukkan mayoritas masyarakat masih menginginkan pemilihan kepala daerah dilakukan secara langsung.
Penolakan terhadap wacana tersebut bahkan disebut muncul di tingkat akar rumput partai-partai koalisi pemerintah. (*)
| Verivianus Lamasang Soroti Plafon Rusak Puskesmas Totikum Selatan, Minta Prioritas Anggaran 2027 |
|
|---|
| Komisi II DPRD Banggai Kepulauan Pastikan Jalan Sabang-Baas Mulai Dikerjakan 2026 |
|
|---|
| Tindaklanjuti Instruksi Ketum, PDIP Banggai Lakukan Penanaman Tanaman Pendamping Beras di Lumpoknyo |
|
|---|
| Anggota DPRD Morowali Utara I Made Karsana Bahas Substansi RTRW 2025–2045 Bersama Dinas PU |
|
|---|
| Ikuti Retret di Magelang, Alfres Tonggiroh Siap Bawa Pulang Nilai Kejuangan Akmil ke Parimo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/1000331307jpgAS.jpg)