Senin, 1 Juni 2026

Banggai Hari Ini

Mengunjungi Dusun Mumpe, Melihat Komunitas Adat Menjaga Air

Mumpe dihuni sekitar 60 Kepala Keluarga di Desa Doda Bunta, Kecamatan Simpang Raya, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Alisan | Editor: Fadhila Amalia
Alisan/TribunPalu/Alisan
DUSUN MUMPE BANGGAI - Pagi di Dusun Mumpu, Desa Doda Bunta, Kecamatan Simpang Raya, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (31/5/2026). 

Tanpa penyaring, tapi layak digunakan mandi.

Ayub (53), warga Dusun Mumpe mengakui keberlimpahan mata air di dusunnya.

“Air sepe begitu, Ditampung dulu, kemudian pakai slang ke rumah,” katanya.

Ayub mengatakan, jauh di atas Mumpe ada danau cukup jembar dikelilingi pepohonan.  Sejak dulu, disebut kawasan Bulutumpu.

Dari danau, air berjalan jauh sampai ke sungai di Kecamatan Batui, Lobu.

Selain itu, ke Desa Balingara, Kecamatan Nuhon, dan sungai Bunta yang dibentangkan jembatan gantung untuk ke Mumpe.

“Induknya di sana, dari Bulu Tumpu,” tuturnya.

Ayub menuturkan, kawasan Bulutumpu lama tak bisa dijangkau.

“Orangtua kami dulu pernah ke atas,” katanya.

Pepohonan di atas berbeda dengan di sekitar Dusun Mumpe.

“Sampai di atas kayu sudah pendek, kabut, dingin,” katanya.

Baca juga: Sempat Diisukan Hamil, Adhisty Zara Mendadak Umumkan Pernikahan dengan Tsaqib, Pamer Perut Membesar

Lasarus juga menuturkan, kawasan Bulutumpu sangat dijaga. Kayu gaharu tumbuh subur di sana.

Mata air yang mengalir ke dapur-dapur rumah juga sangat terawat, terutama pohon-pohon pengikat.

Namun, akhir-akhir ini, Lasarus gelisah. Khawatir Bulutumpu sampai mata air yang menghidupi 230 jiwa tak lagi jernih.

Lantaran sumber daya alam yang tak dapat diperbarui itu, berpotensi terganggu tambang nikel.

Sebab, rumah sampai tabungan pangan di kebun tak lepas dari air.

“Kalau jadi, bisa-bisa kekeringan,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved