Breaking News:

Tips Kesehatan

Dampak Makan Daging Merah Berlebihan, Risiko Penyakit Jantung dan Batu Ginjal Hingga Kanker

Mengonsumsi makanan olahan daging secara berlebihan dapat memberi dampak yang tidak baik bagi tubuh.

Penulis: Putri Safitri | Editor: Putri Safitri
boldsky.com
Ilustrasi daging sapi. 

Namun, kebanyakan protein seperti daging justru bisa jadi bumerang untuk tubuh. Bukannya menambah massa otot, tubuh akan menyimpan kelebihan asupan daging merah ini menjadi tumpukan lemak apabila sisa kalorinya tidak dibakar.

7. Meningkatkan risiko kanker

Penelitian menunjukkan, efek kebanyakan daging merah bisa meningkatkan peluang seseorang terkena penyakit kanker usus besar. Tak hanya daging merah, konsumsi daging olahan seperti sosis, ham, burger, salami, pepperoni, sampai kornet juga memiliki risiko sejenis.

Selain tidak kebanyakan makan daging, Anda juga perlu rutin cek kesehatan, mengelola stres, rajin olahraga, dan cukup tidur agar hidup tetap sehat.

Daging Sapi Sebakan Kolestrol Tinggi

Steak Daging Sapi ala Western yang dibuat dari rumah
Steak Daging Sapi ala Western yang dibuat dari rumah (Shutterstock)

Daging Sapi menjadi salah satu jenis makanan yang mengandung kolesterol tinggi.

Kandungan Daging Sapi seberat 85 gram, terdapat 179 kalori, 7,9 gram lemak, dan juga 73 mg kolesterol.

Kolesterol yang berlebih di dalam tubuh menyebabkan penumpukan pada dinding pembuluh darah.

Kondisi ini menyebabkan munculnya plak yang menyebabkan penyempitan dinding pembuluh darah.

Penyempitan pembuluh darah yang tidak diatasi memicu gangguan kesehatan, seperti serangan jantung, stroke, hingga penyakit arteri perifer.

Cara Turunkan Kadar kolestrol

Untungnya, beberapa bahan alami masih bisa membantu untuk menurunkan kadar kolesterol.

Untuk menurunkan kadar kolesterol yang terlalu tinggi, kita bisa mengonsumsi makanan penurun kolesterol sebagai berikut:

1. Minyak zaitun

Sarat dengan lemak tak jenuh sehat jantung, minyak zaitun ectra-virgin telah terbukti menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang buruk untuk meningkatkan kesehatan jantung.

2. Sayuran

Sayuran adalah salah satu makanan padat nutrisi yang kaya akan vitamin, mineral dan serat untuk mendukung kesehatan jantung, namun rendah kalori.

Tidak heran jika penelitian telah menemukan bahwa makan lebih banyak sayuran dikaitkan dengan menurunkan kadar kolesterol LDL baik untuk pria maupun wanita

3. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan kaya serat dan lemak sehat, sehingga sangat baik untuk menurunkan kolesterol.

Satu ulasan dari 25 penelitian menunjukkan bahwa makan kacang-kacangan dikaitkan dengan kadar kolesterol total dan LDL yang lebih rendah, ditambah penurunan trigliserida juga.

4. Kunyit

Berkat kehadiran senyawa kuat yang disebut kurkumin, kunyit telah terbukti mengurangi kadar kolesterol total dan LDL dalam darah.

5. Bawang putih

Penelitian menunjukkan bahwa bawang putih bermanfaat bagi tingkat kolesterol.

Menurut satu review dari 39 penelitian, mengonsumsi bawang putih secara teratur selama setidaknya dua bulan dapat menurunkan kadar kolesterol untuk mengurangi risiko menyakit jantung.

6. Teh hijau

Kaya akan antioksidan dan atekin, teh hijau adalah salah satu minuman sehat yang dapat menurunkan kadar kolesterol total dan LDL.

Tips Jaga kolestrol

1. Usahakan untuk memasak dengan cara direbus atau dikukus

Jika ingin menggoreng atau menumis, maksimal gunakan hanya lima sendok minyak goreng. Makanan yang digoreng akan meningkatkan kandungan kolesterol dan lemak trans pada daging. Tentunya penggunaan santan pada hidangan daging sebaiknya juga dihindari.

2. Aplikasikan program “isi piringku” saat makan

Sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan, saat kita makan sebaiknya menerapkan porsi dalam satu piring berupa ¼ bagian untuk karbohidrat, ¼ bagian untuk protein dan setengahnya untuk sayuran dan buah-buahan.

Sayur-sayuran dan kacang-kacangan bagus untuk menjadi sumber serat pada tubuh kita. Serat ini yang nantinya membantu untuk mengikat kolesterol. Jadi, selalu imbangi hidangan daging dengan mengonsumsi lebih banyak sayuran. 

3. Imbangi juga untuk mengonsumsi multivitamin secara rutin

Beberapa vitamin dan mineral membantu tubuh untuk mencerna daging menjadi sumber energi yang bagus untuk aktivitas sehari-hari, seperti B kompleks dan iodium. Multivitamin gummy Youvit, misalnya, bisa dijadikan opsi simpel dan mudah untuk memenuhi kebutuhan ini.

4. Hindari untuk makan daging setelah jam 7 malam

Saat dini hari, sistem pencernaan kita secara alamiah akan mengistirahatkan diri, sehingga jika kita makan terlalu malam, daging akan disimpan sebagai lemak, dibandingkan dikonversikan sebagai energi untuk beraktivitas. Idealnya makan malam sebaiknya dilakukan 3 jam sebelum tidur, agar dapat memberikan kesempatan bagi lambung dan usus untuk mencerna dan memetabolisme makanan dengan lebih baik sebelum waktu tidur.

(Kompas.com / TribunPalu.com / Putri Safitri)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved