Viral

Haramkan Ikan dan Susu, Larang Salat 5 Waktu, Siapa Pemimpin Bab Kesucian di Sulawesi?

Bab Kesucian yang bernaung di bawah Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah dinyatakan sesat oleh MUI karena dua faktor.

Editor: mahyuddin
handover
Wayang Hadi Kesumo pemilik Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah sekaligus pemimpin pengajian Bab Kesucian di Gowa, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNPALU.COM - Baru-baru ini, Majelis Ulama Indonesia digegerkan aliran agama yang malarang konsumsi ikan dan susu serta melarang jemaah salat lima waktu.

Aliran itu bernama Bab Kesucian yang bermarkas di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Bab Kesucian bernaung di bawah Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah.

Atas ajarannya itu, MUI Sulsel mengecap Bab Kesucian sebagai aliran sesat.

Bab Kesucian dinyatakan sesat oleh MUI Sulsel karena dua faktor.

Faktor pertama, Bab Kesucian mengharamkan makan ikan dan susu.

Padahal, dua makanan itu termasuk halal dalam ajaran Islam.

Baca juga: 16 Pria dan Wanita Mandi Bersama Tanpa Busana, MUI Sebut Sebagai Aliran Sesat

Faktor kedua, karena Bab Kesucian tidak mengajarkan salat lima waktu, yang jelas bertentangan dengan Rukun Islam.

Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah diketahui dipimpin oleh Wayang Hadi Kesumo (48).

Siapa Wayang Hadi Kesumo?

Dikutip dari MUI Sulsel, Hadi adalah pria yang merantau dari Sumatera ke Sulawesi Selatan.

Meski dari Sumatera, ia ternyata berasal dari Solo, Jawa Tengah.

Dilansir TribunGowa.com, Hadi merantau ke Gowa sejak 2011.

Sebelum memimpin Yayasan Nur Mutiara Maktifatullah, Hadi pernah tergabung dalam sebuah aliran agama di Sulsel.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved