Dugaan Kasus Kekerasan Santri di Parimo
Kasus Bullying Santri, DPRD Parimo Desak Pemda Bertindak Cepat dan Profesional
Menurutnya, para santri yang menyaksikan atau mengenal korban bisa mengalami tekanan psikologis akibat peristiwa itu.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Irawati menuturkan, DPRD siap mengawal proses hukum dan kebijakan Pemda dalam menyelesaikan kasus tersebut secara berkeadilan.
Ia juga berkomitmen untuk mendorong terbentuknya mekanisme pelaporan cepat di setiap sekolah dan pondok pesantren.
Menurutnya, langkah ini penting agar potensi kekerasan dapat diketahui lebih awal sebelum menimbulkan korban.
Baca juga: Dukung UMKM Naik Kelas, PSMTI dan APINDO Sulteng Gelar Program Sertifikasi Halal
“Kita tidak boleh menunggu sampai ada korban berikutnya baru bertindak,” pungkasnya.(*)
Sulawesi Tengah
Kabupaten Parigi Moutong
DPRD Parigi Moutong
Irawati
dugaan kasus bullying
Pondok Pesantren
TribunBreakingNews
| UPTD PPA Parimo Akan Beri Penguatan Psikologis bagi Santri di Ponpes Tempat Korban Belajar |
|
|---|
| UPTD PPA Parigi Moutong Tunggu Hasil Penyidikan Kasus Dugaan Bullying Santri yang Meninggal |
|
|---|
| Anggota DPRD Parimo Minta Pengawasan Ketat di Ponpes Pasca Kasus Bullying Santri Meninggal |
|
|---|
| Santri Meninggal di RS Parimo, Ponpes Pertanyakan Keberadaan Korban Sebelum Dirujuk |
|
|---|
| Diduga Alami Kekerasan, Santri di Parimo Meninggal Dunia: Keluarga Laporkan ke Polda Sulteng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Kasus-Bullying-Santri-DPRD-Parimo-Desak-Pemda-Bertindak-Cepat-dan-Profesional.jpg)