Ekspor Durian Sulteng
Perkuat Posisi Sentra Durian Nasional, Ekspor Durian Sulteng Tembus Rp377,5 Miliar
Skema distribusi baru ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi logistik sekaligus mendongkrak harga jual di tingkat petani.
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Sejak Januari hingga pertengahan April 2026, Sulawesi Tengah mengekspor 151 kontainer durian langsung ke Tiongkok dengan volume 4.077 ton dan nilai sekitar Rp377,5 miliar, memotong waktu distribusi dari 40–50 hari menjadi 15–20 hari.
- Pengiriman langsung meningkatkan harga jual di tingkat petani hingga 20–30 persen, mempercepat perputaran ekonomi lokal.
- Meski pasar Tiongkok masih didominasi varietas montong, Indonesia memiliki lebih dari 100 varietas durian.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU – Sulawesi Tengah terus memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra utama durian nasional seiring terbukanya akses ekspor langsung ke Tiongkok tanpa melalui negara perantara.
Skema distribusi baru ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi logistik sekaligus mendongkrak harga jual di tingkat petani.
Pengiriman durian langsung dari Indonesia ke Tiongkok merupakan implementasi dari protokol ekspor telah disepakati kedua negara sejak 2025.
Baca juga: Sulteng Dominasi Ekspor Durian Nasional, 151 Kontainer Tembus Pasar Tiongkok
Sebelumnya, distribusi durian umumnya dilakukan melalui negara perantara seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manor Panggabean, menyebut Sulawesi Tengah saat ini menjadi daerah dengan kontribusi ekspor durian terbesar secara nasional.
Ia mengungkapkan, sejak Januari hingga pertengahan April 2026, ekspor langsung dari Sulawesi Tengah ke Tiongkok telah mencapai 151 kontainer dengan nilai sekitar Rp377,5 miliar dengan volume 4.077 ton.
“Selama ini durian masuk ke Cina melalui Thailand atau Vietnam atau Malaysia. Sekarang sudah bisa langsung. Rata-rata 15 sampai 20 hari sudah sampai di sana,” ujar Sahat saat meninjau rumah produksi di Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, pengiriman langsung ini memangkas waktu distribusi yang sebelumnya mencapai 40 hingga 50 hari.
Efisiensi tersebut berdampak pada penurunan biaya logistik sekaligus peningkatan harga jual di tingkat petani.
“Dengan pengiriman langsung, harga yang diterima petani bisa naik sekitar 20 sampai 30 persen. Uangnya juga diharapkan langsung berputar di masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: RDP Bahas STPN, Kanwil BPN Sulteng Perkuat SDM Pertanahan Melalui Pendidikan Kedinasan
Selain mempercepat distribusi, jalur ekspor langsung ini juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha dan petani durian di daerah.
Perputaran ekonomi dari aktivitas ekspor diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal di Sulawesi Tengah.
Berdasarkan data, Sulawesi Tengah menyumbang sekitar 42 persen dari total nilai ekspor durian nasional pada 2025.
Dengan potensi produksi yang besar, daerah ini terus didorong menjadi sentra durian nasional.
Sulawesi Tengah
Tiongkok
Malaysia
Vietnam
Sahat Manor Panggabean
Badan Karantina Indonesia
Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin)
Cina
| Bawa Isu Strategis, 30 Guru di Sulteng Bertolak ke Jakarta Ikuti Konkernas 2026 |
|
|---|
| Baharuddin Sapi’i Pertanyakan Nasib Dana Bagi Hasil 500 Triliun, Apakah Hanya Formalitas? |
|
|---|
| Kritik Tajam Kejati Sulteng, Aktivis Mahasiswa Ahmad Soroti Belum Ada Hasil Kasus Korupsi SR Touna |
|
|---|
| Anggota DPRD Sulteng I Nyoman Slamet Soroti PHK Massal PT GNI, Minta Transparansi Data Karyawan |
|
|---|
| RDP Kasus Kecelakaan Kerja Tambang, Muhammad Safri Desak Cabut Izin PT FMI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Ekspor-Durian-Sulteng-Tembus-Rp3775-Miliar.jpg)